demehooves

About

Following

Rashid A. Bhikha - Your Mother


Lagu ini, lagu tentang ibu atau buat ibu

Pelan-pelan, Jokowi Sudah Persiapkan Ahok Jadi Gubernur

Pelan-pelan, Jokowi Sudah Persiapkan Ahok Jadi Gubernur

JAKARTA, KOMPAS.com - Joko Widodo mengakui telah memberikan sejumlah masukan kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Hal itu terkait jika Jokowi meninggalkan jabatannya sebagai Gubernur DKI untuk menjadi Presiden RI.

"Satu per satu (disampaikan)," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta, Rabu (26/3/2014).

Jokowi mengatakan, selama ini, sebenarnya Basuki atau akrab disapa Ahok ini sudah saling mengetahui tugas masing-masing, sehingga tidak perlu banyak masukan mengenai jabatan Gubernur.

"Kami sudah kerja bersama satu setengah tahun bersama-sama. Apa yang saya ketahui, diketahui juga oleh wagub. Semuanya kita terbuka," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi mengatakan, selama ini, ia maupun Ahok sama-sama mendapatkan laporan tugas masing-masing. Dengan demikian, tupoksi Gubernur pun sudah dipahami oleh seorang Wakil Gubernur.

"Apa yang dikerjakan wagub, kita juga dapat laporan. Seperti itu," kata mantan Wali Kota Solo ini.

Sebelumnya, Basuki juga mengakui telah menerima beberapa wejangan dari Jokowi. Salah satunya menekan emosinya karena marah-marah dianggap tidak efektif. Selain itu, Basuki juga diminta melanjutkan segala program kerja yang sudah berlangsung sejak awal pemerintahan Jakarta Baru.

Malaysia Airlines Sebut MH370 Tidak Pernah Rusak

BEIJING - Seorang petinggi Malaysia Airlines menyebutkan pesawat mereka yang hilang Sabtu 8 Maret 2014 kemarin, dalam kondisi sempurna. Pesawat itu tidak memiliki sejarah kerusakan

"Pesawat yang membawa 239 penumpang itu baru saja dilakukan pemeriksaan keselamattan 10 hari lalu. Pemeriksaan dilakukan lebih cepatt dan tidak memiliki sejarah kerusakan," ujar anggota tim manajemen krisis Malaysia Airlines Ignatius Ong, seperti dikutip Nasdaq, Minggu (9/3/2014).

Sampai saat ini pencarian terus dilakukan dengan fokus Laut China Selatan. Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat asal Vietnam menemukan tumpahan minyak di selatan Pulau Tho Chu.

Namun hingga kini, belum dapat dipastikan apakah minyak tersebut merupakan jejak dari pesawat dengan rute Kuala Lumpur, Malaysia-Beijing, China.

Sementara, sudah lebih dari 24 jam dilaporkan hilang, belum ada petunjuk mengenai pesawat dengan nomor penerbangan MH370 itu. Ong menambahkan, setelah pencarian dilakukan, belum ada tanda-tanda puing pesawat Boeing 777-200ER yang ditemukan.

KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia sudah mengumumkan bahwa pesawat Malaysia Airlines dinyatakan jatuh di selatan Samudera Hindia. Namun banyak kalangan menilai misteri yang menyelimuti pesawat MH370 ini tidak akan terungkap. Pencarian saat ini terus dilanjutkan untuk mencari kotak dari pesawat Boeing 777-200ER, yang dinyatakan hilang pada 8 Maret 2014 tersebut. Pesawat, kapal perang dan alat pelacakan berteknologi tinggi pun dikerahkan untuk mencari pesawat. Namun para ahli menilai rekaman data pesawat dan percakapan kokpit mungkin tidak akan memberikan jawaban atas bagaimana dan mengapa pesawat berbelok arah dalam rute perjalanannya. Pada akhirnya pesawat pun dinyatakan jatuh di selatan Samudera Hindia. Menurut konsultan penerbangan di Amerika Serikat (AS) Leeham Co, rekaman data memberikan informasi mekanisme ketika pesawat mengudara. Informasi dari rekaman data seharusnya memberikan banyak informasi. Tetapi rekaman suara kokpit, -yang bisa mengungkap keputusan yang diambil oleh pilot- paling tidak hanya mencatat percakapan selama dua jam sebelum pesawat dinyatakan hilang. “Jelas sekali, rekaman data itu tidak akan mengungkap apapun yang terjadi di Teluk Thailand. Ini berarti keadaan di mana pesawat berbelok arah di antara Vietnam dan Malaysia akan hilang,” ujar pihak Leeham, seperti dikutip AFP, Selasa (26/3/2014). “Tidak diketahui apakah rekaman kokpit bisa merekam kondisi pesawat dalam dua jam terakhir, di mana diyakini kehabisan bahan bakar atau bahkan bahan bakar itu sengara dibuang,” lanjutnya pihak Leeham. Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak mengumumkan bahwa pesawat MH370 “berakhir” di selatan Samudera Hindia. Najib menyebutkan pesawat berada di wilayah terpencil di perairan tersebut. Sementara pihak Malaysia Airlines menyebutkan seluruh 239 penumpang dinyatakan tidak ada yang selamat.

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah mengumumkan nasib pesawat Malaysia Airlines (MAS) dengan nomor penerbangan MH370 yang hilang sejak Sabtu (8/3/2014) lalu. Pesawat yang mengangkut 239 penumpang dan kru itu dinyatakan mengakhiri perjalananya alias terjun ke Samudera Hindia.

Bagaimana Malaysia bisa menyimpulkan pesawat berjenis Boeing 777-200 ER ini berakhir?

PM Najib Razak yang menggelar konferensi pers, Senin (24/3/2014) malam mengatakan, bahwa tidak ada kemungkinan pesawat itu berhasil melakukan pendaratan di wilayah terpencil di kawasan Samudera Hindia.

"Ini merupakan wilayah terpencil, dan jauh dari lokasi pendaratan. Oleh karena itu dengan rasa sedih yang mendalam, dan dengan penyesalan, kami mengumumkan bahwa pesawat MH370 berakhir di Samudera Hindia," ujar Najib Razak.

Menurutnya kesimpulan itu diambil beradasarkan data baru yang diterimanya. Data tersebut lanjutnya adalah informasi yang diperoleh dari satelit Inmarsat milik Inggris Satelit itu memiliki kemampuan analisis yang dapat menentukan lokasi terakhir pesawat MH370.

"[Inmarsat] telah melakukan perhitungan analisis yang belum pernah digunakan dalam investigasi semacam ini dan mereka telah mampu menjelaskan lebih lanjut tentang MH370. Berdasarkan analisis baru, Inmarsat dan (Inggris) telah menyimpulkan bahwa MH370 terbang sepanjang koridor selatan dan bahwa posisi terakhirnya berada di tengah Samudera Hindia, sebelah barat Perth," kata Razak.

Sejauh ini, pesawat-pesawat pengintai milik Australia, China dan Perancis menangkap objek yang diduga sejumlah kepingan yang berasal dari pesawat Malaysia Airlines yang hilang itu.

Tim pencari masih berusaha mengangkat benda-benda itu sembari mengingatkan bahwa temuan itu harus diverifikasi terlebih dahulu sebelum dipastikan berasal dari pesawat yang hilang itu.

Boeing 777-200 milik Malaysia Airlines hilang dari radar saat melintasi wilayah Vietnam pada 8 Maret 2014 saat menempuh perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Sejak itu, pesawat berpenumpang 239 orang itu tak diketahui rimbanya.

Operasi pencarian yang melibatkan puluhan negara dan meliputi area pencarian yang sangat luas, nyaris tak menemukan apa pun selama dua pekan terakhir. Oleh karena itu, temuan terbaru di Samudra Hindia diharapkan bisa memberi kejelasan terkait nasib pesawat tersebut.(abcnews/reuters*)

Misteri MH370 Mungkin Tak Akan Terpecahkan

KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia sudah mengumumkan bahwa pesawat Malaysia Airlines dinyatakan jatuh di selatan Samudera Hindia. Namun banyak kalangan menilai misteri yang menyelimuti pesawat MH370 ini tidak akan terungkap.

Pencarian saat ini terus dilanjutkan untuk mencari kotak dari pesawat Boeing 777-200ER, yang dinyatakan hilang pada 8 Maret 2014 tersebut. Pesawat, kapal perang dan alat pelacakan berteknologi tinggi pun dikerahkan untuk mencari pesawat.

Namun para ahli menilai rekaman data pesawat dan percakapan kokpit mungkin tidak akan memberikan jawaban atas bagaimana dan mengapa pesawat berbelok arah dalam rute perjalanannya. Pada akhirnya pesawat pun dinyatakan jatuh di selatan Samudera Hindia.

Menurut konsultan penerbangan di Amerika Serikat (AS) Leeham Co, rekaman data memberikan informasi mekanisme ketika pesawat mengudara. Informasi dari rekaman data seharusnya memberikan banyak informasi.

Tetapi rekaman suara kokpit, -yang bisa mengungkap keputusan yang diambil oleh pilot- paling tidak hanya mencatat percakapan selama dua jam sebelum pesawat dinyatakan hilang.

"Jelas sekali, rekaman data itu tidak akan mengungkap apapun yang terjadi di Teluk Thailand. Ini berarti keadaan di mana pesawat berbelok arah di antara Vietnam dan Malaysia akan hilang," ujar pihak Leeham, seperti dikutip AFP, Selasa (26/3/2014).

"Tidak diketahui apakah rekaman kokpit bisa merekam kondisi pesawat dalam dua jam terakhir, di mana diyakini kehabisan bahan bakar atau bahkan bahan bakar itu sengara dibuang," lanjutnya pihak Leeham.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak mengumumkan bahwa pesawat MH370 “berakhir” di selatan Samudera Hindia. Najib menyebutkan pesawat berada di wilayah terpencil di perairan tersebut. Sementara pihak Malaysia Airlines menyebutkan seluruh 239 penumpang dinyatakan tidak ada yang selamat.

Kotak Hitam Tak Ditemukan, Susah Ungkap Jatuhnya MH370 

LONDON - Pentingnya menemukan kotak hitam dari pesawat Malaysia Airlines sangat diperlukan. Tanpa keberadaan kotak hitam itu, misteri di balik jatuhnya pesawat MH370 tidak akan terungkap.

"Bila kotak hitam tidak ditemukan, kesempatan untuk mendapatkan apa yang terjadi akan sulit diungkap. Data satelit, saya kira layaknya teka-teki catur," ujar dosen penerbangan Politeknik Temasek Paul Yap, seperti dikutip AFP, Rabu (26/3/2014).

"Pertanyaannya saat ini, bagaimana menentukan fokus di mana keberadaan kotak hitam," lanjutnya.

Sementara ahli penerbangan Inggris Chris Yates mengatakan, meskipun kotak hitam ditemukan sepertinya sulit mendapatkan jawaban tentang insiden MH370. Terutama bagaimana pesawat bisa berbelok ribuan kilometer dari rutenya.

"Kita masih belum tahu bagaimana kondisi mental dari pilot dan ko-pilot. Kita tidak tahu apakah ada seseorang masuk ke dalam kokpit dan menguasai pesawat dan tentunya kita tidak mengetahui bagaimana semua hal tersebut dimulai," tutur Yates.

Sedangkan anggota International Society of Air Safety Investigators Anthony Brickhouse mengutamakan bukti fisik untuk mencari tahu apa yang sebenarnya dialami oleh penerbangan MH370.

Pesawat Malaysia Airlines jenis Boeing 777-200ER dinyatakan hilang pada 8 Maret 2014. Perdana Menteri Malaysia Najib Razak pada Senin 24 Maret 2014 mengumumkan bahwa pesawat tersebut jatuh di selatan Samudera Hindia.

Aksi Keluarga Penumpang MH370

Tribunenews.com. Anggota keluarga yang marah dari penumpang pesawat Malaysia Airline MH370 asal China bentrok dengan aparat keamanan, Selasa (25/3/2014), saat mereka mendatangi kedutaan Malaysia dalam sebuah unjuk rasa yang langka.

Mereka menangis saat menuntut penjelasan soal pesawat yang jatuh itu. “Kembalikan keluarga kami,” kata sekitar 200 anggota keluarga yang menangis di gerbang kedutaan Malaysia di Beijing, yang dijaga puluhan polisi berseragam dan petugas keamanan tak berseragam.

Salah seorang yang paling vokal terhadap pemerintah Malaysia, yaitu Wen Wancheng, menangis kencang, wajahnya berkerut karena emosi. “Putraku, putraku, kembalikan putraku!” teriak pria berusia 63 tahun itu, sementara keluarga-keluarga lain di belakangnya meneriakkan sejumlah slogan dan mengacungkan kepalan tangan kanan mereka.

Di belakangnya, sejumlah orang lain menundukkan kepala dan menangis. Bentrokan terjadi ketika petugas keamanan berseragam berusaha memblokir beberapa anggota keluarga penumpang untuk menemui wartawan, yang berada di tempat yang terpisah. Seorang perempuan dibawa pergi dengan tandu.

Polisi paramiliter yang dilengkapi perisai berkumpul di dekat lokasi itu. Anggota keluarga penumpang itu, beberapa menangis, telah bergandengan tangan saat mereka berjalan dari Hotel Lido, di mana mereka berkumpul selama drama 17 hari itu, sekitar empat kilometer dari kedutaan Malaysia tersebut.

Mereka jadi sedemikian sedih, marah dan tidak percaya pada Senin malam ketika Malaysia mengumumkan bahwa meskipun tidak ada puing-puing yang telah ditemukan, data satelit menunjukkan pesawat itu jatuh di Samudera Hindia.

Dalam sebuah konferensi pers di Kuala Lumpur, CEO Malaysia Airlines, Ahmad Jauhari Yahya, membela maskapai itu terkait kritik bahwa para anggota keluarga diberitahu lewat pesan teks bahwa pesawat itu hilang tanpa ada orang di dalamnya yang selamat.

"Satu-satunya motivasi kami tadi malam … adalah bahwa keluarga mendengar berita tragis itu sebelum seluruh dunia mendengarnya," katanya pada konferensi pers itu. "Tidak ada kata-kata yang dapat mengurangi kesedihan itu."

Untuk melihat aksi keluarga penumpang MH370 menuntut kejelasan nasib orang-orang yang mereka cintai silahkan klik galeri foto di atas.

Keterangan Foto:

Keluarga dari penumpang pesawat MH 370 Malaysia Airlines turun ke jalan melakukan aksi di depan kantor Kedutaan Malaysia di Beijing, 25 Maret 2014. Sikap maskapai Malaysia Airlines yang tidak secara jelas memberikan informasi tentang nasib penumpang  membuat sejumlah keluarga penumpang marah dan kecewa. Sebanyak 239 orang dinyatakan tewas dalam kecelakaan yang penuh misteri itu.

Alat Navigasi RI Sempat Deteksi MH370

JAKARTA - Alat navigasi milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sempat mendeteksi pesawat Malaysia Airlines MH370 setelah hilang kontak.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Komunikasi Kemenhub, Bambang S Ervan, menuturkan, alat navigasi tersebut mendeteksi MH370 saat pesawat jenis Boeing 777-200ER itu melintas di Laut China Selatan.

Menurut Bambang, saat Malaysia menyatakan MH370 hilang, alat navigasi Kemenhub langsung diaktifkan untuk mendeteksi benda di udara.

"Kami tidak memantau, tapi pada saat Indonesia mendapat informasi ada pesawat hilang kontak, kami langsung meneliti semua radar dan alat navigasi ADS-B (automatic dependent surveillance broadcast)," ungkapnya kepada Okezone di Jakarta, Selasa 25 Maret 2014 malam.

Namun setelah mendeteksi pesawat tersebut, kata dia, pihak Kemenhub tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, pesawat yang mengangkut 239 penumpang dan kru itu terbang bukan di wilayah udara Indonesia.

"MH370 itu kan terbang di wilayah luar Indonesia. Kami menangkap adanya sinyal pesawat tersebut dari alat navigasi yang ada di pulau dekat Natuna," paparnya.

MH370: 2 Hal Masih Misterius dan Mungkin Akan Tetap Misterius

TRIBUNNEWS.COM - Bahkan ketika black box pesawat Malaysia Airlines MH370 ditemukan di dasar Samudera Hindia, para ahli mengatakan mungkin salah satu misteri terbesar dalam dunia penerbangan tidak akan pernah bisa dipecahkan.

MH370 hilang dalam penerbangan dari Kualalumpur ke Beijing, China, 8 Maret 2014.

Pesawat itu berbelok dari arah yang seharusnya —dan kemudian “mengakhiri penerbangan” bermil-mil jauhnya justru di belakang rute yang seharusnya, Samudera Hindia.

Black box pesawat itu, kalau toh ditemukan, mungkin bisa membantu menjelaskan mengapa pesawat itu menghilang dari pantauan radar.

Tapi, menurut AFP, para ahli meragukan misteri akan terpecahkan hanya dengan mengandalkan data yang disajikan black box.

Dua pertanyaan ini masih menyimpan misteri dan mungkin akan tetap misterius:

- Bagaimana dan mengapa pesawat dialihkan satu jam setelah take off?

- Mengapa MH370 melakukan penerbangan yang membingungkan dan mencapai selatan Samudera Hindia?

Perekam suara di kokpit (cockpit voice recorder) hanya menyimpan data percakapan setidaknya dua jam setelah percakapan terakhir dari kopilot yang berbunyi “All right, good night”.

Kejadian sebelum itu gelap, tanpa jejak.

Itu artinya, percakapan dari kokpit sebelum itu, dalam perjalanan dari Kualalumpur jelang masuk wilayah udara Vietnam, akan hilang, tulis AFP.

"Jelas, cokpit voice recorder tidak merekam percakapan di atas Teluk Thailand —sudah ditimpa oleh percakapan dua jam setelahnya," kata sumber AFP.

Salah satu fakta penting yang diperlukan di dalam alat perekam itu adalah apakah benar pesawat kehabisan bahan bakar atau justru membuang bahan bakar.

Berdasarkan pada analisis data satelit, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan MH370 “mengakhiri penerbangan” di Samudera Hindia, 239 penumpang dan kru dipastikan tewas.

Di mana lokasi persisnya dan bagaimana pesawat itu “mengakhiri penerbangan” di Samudera Hindia masih misterius.

Tidak ada sinyal tanda bahaya yang diterima radar.

Ada tiga skenario: pembajakan, sabotase oleh pilot, atau pesawat mengalami masalah tiba-tiba yang tidak bisa diatasi kru dan membiarkan pesawat terbang sampai beberapa jam dengan sistem auto pilot sampai pesawat kehabisan bahan bakar dan jatuh.

Pihak Malaysia menyakini pesawat itu sengaja dialihkan dari tujuannya oleh seseorang di atas pesawat.

Tapi sejauh ini, Malaysia tidak —atau belum mampu— menyajikan data yang meyajinkan.

Ahli penerbangan Inggris, Chris Yates, mengatakan, walaupun black box ditemukan, tampaknya sulit menemukan jawaban mengapa pesawat itu lari ribuan kilometer dari jalurnya.
 
“Itu adalah misteri seperti yang lainnya,” kata Chris.

Tiga radar (dari Australia, China, dan Prancis) menemukan gambar serpihan yang diduga sebagai bagian dari pesawat MH370.

Tapi tim pencari dari berbagai negara belum menemukan serpihan atau bukti fisik itu —sehingga juga belum bisa mengonfirmasi apakah benar puing MH370 atau bukan.

"Sebagai peneliti, kita berurusan dengan bukti fisik dan sekarang kita tidak memiliki bukti fisik," kata Anthony Brickhouse dari International Society of Air Safety Investigators seperti dikutip AFP.

Baterai black box akan habis sekitar dua pekan lagi.

Pencarian di Samudera Hindia tidak mudah karena cuaca yang ektrim.

Dan, sampai sekarang, mengapa dan bagaimana pesawat itu sampai ke Samudera Hindia masih menjadi misteri —dan mungkin tetap akan menjadi misteri.(*)

Basuki Tak Tega Anak Sekolah Masuk Jam 06.30

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui, mengawali kegiatan belajar mengajar pukul 06.30 memang terlalu awal dan menyiksa anak-anak. Namun, membiarkan anak-anak masuk pukul 09.00 bukan solusi yang tepat, karena jam tersebut merupakan waktu puncak terjadinya kemacetan di pagi hari. 

"Ada yang usul kenapa tidak dibuat jam 09.00 saja. Kalau jam 09.00 berarti pulangnya lebih sore dong, dan cuma kadang-kadang jam 09.00 lebih macet, kan," kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Rabu (26/3/2014). 

"Kalau terlalu pagi ya tekanan juga. Anak saya saja paling telat jam 05.40 sudah harus bangun, jam 06.15 mulai jalan. kadang-kadang tidak mandi itu anak," katanya lagi. 

Sementara itu, kata Basuki, rayonisasi sekolah juga tidak akan efektif karena tidak semua orang tua ingin menyekolahkan anaknya di sekolah yang berada tak jauh dari tempat tinggal. “Anak saya saja sekolahnya di Tangerang Selatan,” ujarnya. 

Satu-satunya solusi yang bisa ditempuh, kata Basuki, adalah dengan memperbanyak angkutan umum. Dengan adanya angkutan umum, maka orang tua siswa tak perlu lagi repot-repot mengantarkan anaknya ke sekolah. Nantinya, kata Basuki, anak-anak sekolah yang menggunakan angkutan umum akan dikenakan tarif khusus yang lebih murah dari tarif normal. 

"Teorinya gampang, kalau bus umumnya cukup, pelajar tinggal ikut bus umum kan, tapi bayarnya diskon khusus. Nanti mereka pakai kartu pembayaraan elektronik juga," tukasnya. 

Jam masuk sekolah pukul 06.30 mulai diterapkan pada 2009. Adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta saat itu, Priyanto, yang mengusulkannya. Jam masuk sekolah yang diatur lebih awal dimaksudkan agar waktu keberangkatan anak sekolah tidak bersamaan dengan waktu keberangkatan para pekerja kantoran.